GIS AH IND M3

Revisi per 28 Oktober 2014 10.40; Rachel (bicara | kontrib)

(beda) ←Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya→ (beda)

Modul: Membuat Peta Dasar

Dalam modul ini, anda akan membuat peta sederhana yang digunakan sebagai dasar demonstrasi fungsi QGIS lebih lanjut.

Pelajaran: Bekerja dengan Data Vektor

Data vektor dapat dikatakan sebagai jenis data yang paling umum ditemukan dalam penggunaan SIG. Data ini menggambarkan situasi geografis dalam bentuk titik yang dapat dihubungkan dengan menjadi garis dan poligon. Setiap objek pada set data vektor disebut sebagai fitur yang diasosiasikan dengan data yang menggambarkan fitur tersebut.

Tujuan dari pelajaran ini: Mempelajari struktur data vektor dan cara memuat set data vektor ke dalam sebuah peta.

image Ikuti Bersama: Melihat atribut layer

Penting untuk memahami bahwa data yang akan anda gunakan tidak hanya mewakili letak objek dalam ruang, tetapi juga menggambarkan objek apakah itu.

Dari latihan sebelumnya, anda telah memuat layer streets ke dalam peta anda. Yang dapat anda lihat saat ini hanyalah posisi dari jalan-jalan yang ada.

Untuk melihat semua data yang tersedia untuk anda:

  • Klik tombol ini:

image

Tombol tersebut akan menampilkan sebuah tabel yang berisi lebih banyak data mengenai layer streets. Data tambahan ini disebut sebagai data atribut. Garis-garis yang terlihat pada peta mewakili arah jalan dan disebut sebagai data spasial.

Definisi ini biasa digunakan dalam SIG, jadi penting untuk mengingatnya!

  • Anda dapat menutup tabel atribut.

Data vektor mewakili fitur dalam hal titik, garis dan poligon pada sebuah bidang koordinat. Data ini biasanya digunakan untuk menyimpan fitur-fitur diskrit seperti jalan dan blok kota.

image Ikuti Bersama: Memuat data vektor dari shapefile

Shapefile adalah format file spesifik yang memungkinkan anda untuk menyimpan data SIG dalam sekelompok file yang saling berhubungan. Setiap layer terdiri atas beberapa file dengan nama yang sama, tetapi dengan jenis file yang berbeda. Shapefile mudah untuk diubah-ubah dan kebanyakan perangkat lunak SIG dapat membacanya.

Lihat kembali latihan pengantar pada bagian sebelumnya mengenai instruksi untuk menambahkan layer vektor.

image Ikuti Bersama: Memuat data vektor dari suatu basis data

Basis data memungkinkan anda untuk menyimpan sejumlah besar data yang saling berhubungan dalam satu file. Anda mungkin sudah mengenal beberapa sistem pengelolaan basis data (DBMS) seperti Microsoft Access. Aplikasi SIG juga dapat memanfaatkan basis data. DBMS untuk SIG (misalnya PostGIS) memiliki fungsi-fungsi tambahan karena harus dapat menangani data spasial.

  • Klik ikon berikut ini:

image

(Jika anda tidak dapat menemukannya, periksa apakah toolbar Manage layers sudah diaktifkan.)

Sebuah kotak dialog baru akan muncul. Pada kotak dialog ini:

  • Klik tombol New.
  • Pada folder yang sama dengan data lainnya, carilah file land_use.sqlite. Pilih file tersebut dan klik Open.

Anda akan melihat kotak dialog yang pertama. Perhatikan bahwa daftar pilihan menurun di atas ketiga tombol sekarang bertuliskan land_use.sqlite@..., diikuti oleh lokasi file basis data pada komputer anda.

  • Klik tombol Connect. Anda akan melihat tampilan berikut ini pada kotak yang sebelumnya kosong:

image

  • Klik pada layer untuk memilihnya.
  • Klik Add

Catatan: Jangan lupa untuk sering menyimpan peta Anda! File peta tidak berisi data apapun secara langsung, tetapi akan mengingat layer-layer mana saja yang telah anda muat .

Ikuti Bersama: Mengatur kembali urutan layer

Layer-layer pada daftar layer anda dimuat ke dalam peta berdasarkan urutan tertentu. Layer di urutan paling bawah akan dimuat lebih dulu, sedangkan yang paling atas dimuat terakhir. Dengan mengubah urutan pada daftar, anda dapat mengubah urutan layer yang akan ditampilkan.

Catatan: Tergantung dari versi QGIS yang digunakan, anda mungkin akan menemukan sebuah kotak centang di bawah Daftar layer yang bertuliskan Control rendering order. Kotak ini harus dicentang (diaktifkan) sehingga memindahkan layer ke atas dan ke bawah pada Daftar layer akan membawanya ke muka atau menariknya ke belakang. Jika versi QGIS anda tidak memiliki pilihan ini, maka secara otomatis sudah aktif dan anda tidak perlu mengkhawatirkannya.

Pada tahap ini, urutan pemuatan layer-layer ke dalam peta mungkin tidak terlihat logis.

Sebagai contoh, urutan layer ini...

image

... akan mengakibatkan beberapa area menjadi tersembunyi karena berada di bawah area land_use.

Untuk mengatasi masalah ini:

  • Klik dan geser sebuah layer dalam Daftar layer.
  • Susun kembali urutannya hingga terlihat seperti ini:

image

Kesimpulan

Sekarang anda telah menambahkan semua layer yang dibutuhkan dari beberapa sumber yang berbeda.

Apa Selanjutnya?

Dengan palet acak yang secara otomatis diberikan ketika memuat layer, peta anda saat ini mungkin agak sulit dibaca. Akan lebih baik untuk menggunakan pilihan warna dan simbol anda sendiri. Inilah yang akan anda pelajari pada bagian berikutnya.

Pelajaran: Simbologi

Simbologi dari sebuah layer mewakili penampilan visualnya pada peta. Keunggulan utama dari SIG (Sistem Informasi Geografis) dibandingkan metode lain untuk menampilkan data dengan aspek spasial adalah kemampuan untuk membuat representasi visual yang dinamis dari data yang anda miliki.

Oleh karena itu, tampilan visual dari peta (yang bergantung pada simbologi dari masing-masing layer) sangatlah penting. Pengguna akhir dari peta yang anda buat harus dapat memahami representasi peta anda dengan cepat. Selain itu, anda juga harus dapat menelusuri data tersebut pada saat sedang mengerjakannya. Dalam hal ini, simbologi yang baik akan sangat membantu.

Dengan kata lain, memiliki simbologi yang tepat bukan merupakan kemewahan atau sekedar meningkatkan penampilan. Sebaliknya, hal ini penting agar anda dapat menggunakan SIG dengan benar serta menghasilkan peta dan informasi yang dapat digunakan oleh orang lain.

Tujuan dari pelajaran ini: Menciptakan simbologi yang berbeda untuk suatu layer vektor.

image Ikuti Bersama: Mengganti warna

Untuk mengubah simbologi pada sebuah layer, buka layer Properties pada layer tersebut. Mari kita mulai dengan mengubah warna layer waterways.

  • Klik kanan pada layer waterways dalam Layers list.
  • Pilih item menu Properties pada menu yang mucul.

Catatan: Secara default, anda juga dapat mengakses properti dari sebuah layer dengan mengklik ganda layer tersebut pada Layers list.

Pada jendela Properties:

  • Pilih tab Style di ujung kiri:

image

  • Klik tombol Change di samping label Color.

Sebuah kotak dialog standar untuk warna akan muncul.

  • Pilih warna biru dan klik OK.
  • Klik OK sekali lagi pada jendela *layer* Properties dan anda akan melihat perubahan warna pada layer tersebut.

0191.png

image Coba sendiri:

Ubah warna layer forest ke warna lain yang menurut anda sesuai dengan hutan.

image Ikuti Bersama: Mengubah struktur simbol

Ini merupakan pengantar yang baik, tetapi ada lebih banyak hal yang tercakup dalam simbologi suatu layer ketimbang hanya warnanya saja. Untuk mengetahui beberapa pilihan lain yang tersedia, tambahkan layer bandung_districts.shp. Layer ini disusun dari gambar-gambar yang diambil oleh satelit dan menunjukkan berbagai jenis tutupan lahan di sekira kawasan Bandung.

Dengan menggunakan layer ini, kita dapat belajar bagaimana menghapus garis-garis yang tampak pada peta sehingga tidak terkesan berantakan.

  • Buka jendela Layer Properties pada layer bandung_districts.

Di bawah tab style, anda akan melihat kotak dialog yang sama dengan sebelumnya. Tetapi sekarang anda akan melakukan lebih dari sekedar mengubah warnanya dengan cepat.

  • Klik tombol Change... di bawah tampilan pilihan warna:

image

Kotak dialog Symbol properties akan muncul.

  • Ubah warna di bagian dalam poligon pada layer dengan mengklik tombol yang terletak di samping label Color (jika anda belum melakukannya pada pelajaran yang terdahulu).
  • Pilih warna baru pada kotak dialog yang muncul.
  • Klik OK sekali saja.

Selanjutnya, kita akan menghilangkan garis-garis di antara jenis tutupan lahan.

  • Klik pada menu Border style. Pada titik ini, akan muncul sebuah garis pendek dengan tulisan Solid Line.
  • Ubahlah menjadi No Pen.
  • Klik OK, kemudian klik OK sekali lagi.

Sekarang layer bandung_districts tidak lagi memiliki garis-garis di antara daerah tutupan lahan yang berbeda.

image Coba sendiri:

  • Ubah layer bandung_districts sekali lagi untuk menampilkan titik-titik batas tepi yang berwarna sedikit lebih gelap dari warna arsirannya.

image Ikuti Bersama: Jarak pandang berbasis skala

Terkadang anda akan menemukan bahwa sebuah layer tidak sesuai dengan skala tertentu. Sebagai contoh, suatu set data yang berisi semua benua di dunia mungkin tidak akan terlalu terperinci dan akurat dalam menampilkan jalan-jalan. Jika itu terjadi, anda perlu menyembunyikan tampilan set data pada skala tertentu yang tidak sesuai.

Dalam kasus ini, kita dapat menyembunyikan tampilan jalan pada skala kecil. Sebagai contoh, ...

image

...peta ini tidak terlalu berguna. Tampilan jalan hanya berupa gambar yang tidak berarti pada skala ini.

Untuk mengaktifkan rendering berbasis skala:

  • Buka kotak dialog Layer Properties pada layer streets layer.
  • Aktifkan tab General.
  • Aktifkan rendering berbasis skala dengan mengklik kotak centang berlabel Use scale dependent rendering:

image

  • Ubah nilai Maximum menjadi 100000.
  • Klik OK.

Uji efek yang dihasilkan dengan memperbesar dan memperkecil tampilan peta anda, perhatikan kapan layer streets hilang dan muncul kembali.

Catatan: Anda dapat menggunakan roda tetikus untuk memperbesar tampilan secara bertahap. Alternatifnya, anda dapat menggunakan alat bantu untuk memperbesar tampilan jendela tertentu:

image

image Ikuti Bersama: Menambahkan layer simbol

Setelah anda mengetahui bagaimana mengubah simbologi sederhana pada suatu layer, langkah berikutnya adalah membuat simbologi yang lebih kompleks. QGIS memungkinkan anda untuk melakukannya dengan menggunakan layer simbol.

  • Kembali ke kotak dialog Symbol Properties pada layer bandung_districts seperti sebelumnya.

Pada contoh ini, simbol yang digunakan memiliki titik-titik batas tepi (karena menggunakan style tepi Dot Line).

image

Perhatikan tombol yang ditandai.

  • Klik tombol tersebut sehingga kotak dialog akan berubah menjadi seperti berikut ini:

image

(Bisa jadi tampilannya akan berbeda, dalam hal warna misalnya, tetapi anda akan tetap akan mengubahnya.)

Sekarang terdapat layer simbol kedua. Karena warnanya lebih penuh, layer tersebut sudah pasti akan menutupi simbol sebelumnya. Selain itu, layer ini juga memiliki style tepi Solid Line yang tidak kita inginkan. Sudah jelas simbol ini perlu diubah.

Catatan: Jangan sampai layer peta dan layer simbol tertukar. Layer peta adalah data vektor (atau raster) yang dimuat ke dalam peta. Layer simbol adalah bagian dari simbol yang digunakan untuk mewakili sebuah layer pada peta. Materi ini pada umumnya akan menyebut layer peta dengan istilah layer, sedangkan layer simbol tetap menggunakan istilah yang sama untuk menghindari kebingungan.

  • Atur style tepi menjadi No Pen.
  • Ubah style arsiran menjadi sesuatu selain Solid atau No brush. Sebagai contoh:

image

  • Klik OK pada kotak dialog ini dan Apply pada kotak dialog yang muncul setelahnya. Kini anda dapat melihat hasilnya dan membuat perubahan sesuai dengan kebutuhan.

Anda juga dapat menambahkan beberapa layer simbol ekstra dan membuat suatu tekstur untuk layer anda dengan cara ini.

image

Ini menyenangkan! Tetapi mungkin memiliki terlalu banyak warna untuk digunakan pada peta yang riil...

image Coba sendiri:

  • Buatlah tekstur yang sederhana tetapi tidak terlalu mencolok untuk layer forest dengan menggunakan metode di atas.

Periksa hasil yang anda peroleh

image Ikuti Bersama: Mengaktifkan tingkatan simbol

Layer simbol di-render secara berurutan seperti halnya layer peta yang berbeda. Dalam kasus tertentu, ini berarti memiliki banyak layer untuk satu simbol dapat menimbulkan hasil yang tidak diharapkan.

  • Buat layer simbol baru untuk layer streets (dengan menggunakan metode untuk menambahkan layer simbol yang ditunjukkan sebelumnya).
  • Berikan ketebalan dasar sebesar 0.5.
  • Berikan ketebalan layer teratas sebesar 2.0.

Anda akan melihat perubahan sebagai berikut:

0141.png

Hasilnya ternyata bukan seperti yang kita harapkan!

Untuk mencegah hal ini, anda dapat mengaktifkan tingkatan simbol untuk mengendalikan urutan layer simbol yang di-render.

  • Pada kotak dialog Layer Properties, klik Advanced \rightarrow Symbol levels:

image

Kotak dialog Symbol Levels akan muncul.

  • Ubah nilai-nilai yang ada agar sesuai dengan contoh berikut ini:

image

  • Klik OK, kemudian OK sekali lagi.

Peta anda sekarang akan tampak seperti ini:

0172.png

Setelah selesai, ingatlah untuk menyimpan simbol itu sendiri sehingga tidak hilang apabila anda hendak melakukan perubahan lagi di masa mendatang. Anda dapat menyimpan style simbol dengan mengklik tombol Save Style ... pada tab Style di dalam kotak dialog Layer Properties. Simpan style anda di exercise_data/styles. Anda dapat memuat style yang telah disimpan sebelumnya dengan mengklik tombol Load Style .... Sebelum mengubah style, ingatlah bahwa style yang tidak tersimpan akan hilang ketika anda menggantinya.

image Coba sendiri:

  • Ubah tampilan layer streets sekali lagi.

Tampilan jalan harus berwarna abu-abu gelap atau hitam dengan garis tepi tipis berwarna kuning dan garis putih putus-putus di tengahnya agar tampak seperti jalan yang sesungguhnya.

image

image Coba sendiri:

Tingkatan simbol juga dapat digunakan untuk mengklasifikasi layer (pada layer yang memiliki banyak simbol). Karena kita belum membahas mengenai klasifikasi, anda akan menggunakan data dasar yang belum diklasifikasi.

  • Buat peta baru dan hanya tambahkan set data streets.
  • Terapkan style advanced_street_style_demo.qml yang telah disediakan di exercise_data/styles.
  • Perbesar tampilan layer agar lebih mudah dilihat.
  • Dengan menggunakan layer simbol, pastikan garis tepi layer saling bersambungan seperti terlihat pada gambar berikut ini:

image

image Ikuti Bersama: Jenis-jenis layer simbol

Untuk melanjutkan latihan ini, buka peta anda semula.

Di samping mengatur warna arsiran dan menggunakan pola yang telah tersedia, anda juga dapat menggunakan jenis layer simbol yang berbeda. Satu-satunya jenis yang sudah kita gunakan sejauh ini adalah Simple Fill. Tingkatan layer simbol yang lebih tinggi memungkinkan anda untuk mengatur pilihan simbol lebih jauh lagi.

Setiap jenis vektor (titik, garis, dan poligon) memiliki jenis layer simbol tersendiri. Pertama-tama kita akan membahas jenis layer simbol untuk titik.

Jenis-jenis layer simbol untuk titik

  • Ubah properti simbol pada layer places:

image

  • Anda dapat mengakses berbagai jenis layer simbol di sini:

image

  • Pelajari berbagai pilihan yang tersedia dan pilih jenis layer simbol selain Simple Marker yang telah disediakan.

Jenis-jenis layer simbol untuk garis

Untuk melihat berbagai pilihan yang tersedia untuk data garis:

  • Ubah jenis layer simbol untuk layer residential pada layer street:

image

  • Klik tombol Change di samping label Marker.
  • Ubah properti simbol seperti dicontohkan pada kotak dialog berikut ini:

image

  • Ubah interval menjadi 2,00:

image

  • Pastikan agar tingkatan simbol sudah benar sebelum menerapkan style tersebut.

Setelah anda menerapkan style tersebut, lihat hasilnya pada peta. Jika anda perhatikan dengan seksama, simbol-simbol ini berubah arah sesuai dengan alur jalan tetapi tidak selalu mengikuti lekukannya. Ini dapat berguna untuk tujuan tertentu, tetapi tidak untuk yang lain. Jika ingin, anda dapat mengubah kembali layer simbol tersebut ke bentuknya semula.

Jenis-jenis layer simbol untuk poligon

Untuk melihat berbagai pilihan yang tersedia untuk data poligon:

  • Ubah satu atau lebih jenis layer simbol pada layer bandung_districts seperti dilakukan sebelumnya pada layer yang lain.
  • Pelajari pengaruh dari masing-masing pilihan yang tersedia dalam daftar.
  • Anda dapat mengubah setiap simbol dengan mengklik ganda pada simbol yang ingin anda ubah.

image

  • Pada contoh ini, kita telah mengkategorikan data yang ada. Anda akan mempelajari hal ini lebih jauh pada bab berikutnya.
  • Pilih salah satu yang menurut anda cocok.
  • Jika ragu, gunakan kombinasi dua layer melalui Point pattern fill dan Simple fill:

image

  • Gunakan pola arsiran titik Symbol layer type:
  • Marker seharusnya berisi Simple Marker.
  • Pilih garis batas dan warna arsiran yang sesuai (dapat menggunakan warna yang sama).
  • Pilih ukuran penanda (marker) yang sesuai.
  • Klik OK.
  • Tambahkan layer simbol baru dengan Simple fill normal.
  • Berikan warna yang kontras dengan layer pertama anda.
  • Pindahkan ke bawah layer simbol pola titik dengan tombol Move down:

Sebagai hasilnya, anda akan memiliki simbol bertekstur untuk layer tersebut dan anda dapat mengatur ukuran, bentuk, dan jarak titik-titik individual yang menyusun tekstur tersebut. Cuplikan layar berikut ini menunjukkan bahwa kita telah mengubah dua layer dengan metode di atas.

image

Kesimpulan

Mengubah simbologi untuk layer yang berbeda dapat mentransformasi sekumpulan file vektor menjadi sebuah peta yang dapat dibaca. Peta tersebut tidak saja mudah dipahami, tetapi juga enak dilihat!

Anda juga dapat membuat arsiran SVG buatan sendiri dengan menggunakan perangkat lunak penyunting vektor, misalnya Inkscape, yang banyak tersedia di Internet secara gratis.

Bacaan lebih lanjut

Contoh peta-peta yang menarik dapat dilihat Examples of Beautiful Maps[1]

Apa Selanjutnya?

Mengubah simbol untuk seluruh layer memang berguna, tetapi informasi yang terkandung dalam setiap layer belum tersedia untuk pembaca peta. Apa nama jalan-jalan tersebut? Wilayah administratif apa yang menaungi daerah-daerah tertentu? Bidang permukaan relatif seperti apa yang dimiliki lahan pertanian tersebut? Semua informasi ini masih tersembunyi. Pelajaran berikutnya akan menjelaskan bagaimana menampilkan data ini pada peta anda.

Catatan: Apakah anda ingat untuk menyimpan peta anda sebelumnya?

  1. http://gis.stackexchange.com/questions/3083/examples-of-beautiful-maps