GIS AH IND M4

Modul: Mengklasifikasi Data Vektor

Dengan mengklasifikasi data vektor, anda dapat memberikan simbol yang berbeda untuk fitur (objek yang berbeda pada layer yang sama) tergantung dari atributnya. Hal ini memungkinkan pengguna peta untuk dapat melihat atribut dari berbagai fitur dengan mudah.

Pelajaran: Data Atribut

Sejauh ini, tidak satu pun perubahan yang kita buat pada tampilan peta dipengaruhi oleh objek yang ditampilkan. Dengan kata lain, semua lahan pertanian dan jalan masih terlihat sama. Ketika melihat peta tersebut, pengguna tidak akan mengetahui banyak hal mengenai jalan-jalan yang dilihatnya; hanya sebatas bahwa terdapat sebuah jalan dengan bentuk tertentu di suatu tempat tertentu.

Namun seluruh kekuatan SIG (Sistem Informasi Geografis) bertumpu pada kemampuan untuk menampilkan semua objek pada peta bersama dengan atributnya. Peta pada SIG bukan hanya sebatas gambar. Peta tidak saja mewakili objek yang berada di suatu lokasi, tetapi juga informasi mengenai objek tersebut.

Tujuan dari pelajaran ini: Menelusuri data atribut dari suatu objek dan memahami kegunaan berbagai jenis data.

image Ikuti Bersama: Data atribut

Buka tabel atribut untuk layer places (lihat kembali bagian Bekerja dengan Data Vektor jika perlu). Kolom mana yang paling berguna untuk ditampilkan dalam bentuk label, dan mengapa?

Kesimpulan

Sekarang anda mengetahui bagaimana menggunakan tabel atribut untuk melihat apa yang sebenarnya terkandung dalam data yang anda gunakan. Set data apapun hanya akan berguna bagi anda jika memiliki atribut yang anda butuhkah. Jika anda mengetahui atribut apa yang dibutuhkan, maka anda dapat dengan cepat memutuskan apakah suatu set data akan berguna; atau anda perlu mencari set data lain dengan atribut yang diperlukan.

Apa Selanjutnya?

Atribut yang berlainan dapat berguna untuk tujuan yang berbeda. Beberapa darinya dapat diwakili secara langsung dalam bentuk teks yang dapat dilihat oleh pembaca peta. Anda akan belajar bagaimana melakukan hal tersebut pada pelajaran berikutnya.

Pelajaran: Alat Bantu Label

Label dapat ditambahkan pada sebuah peta untuk menampilkan informasi apapun mengenai suatu obyek. Layer vektor manapun dapat memiliki label. Isi dari label-label tersebut ditentukan oleh data atribut dari layer yang bersangkutan.

Catatan: Kotak dialog Layer Properties memiliki tab Labels, namun kita tidak akan menggunakannya pada contoh ini. Tab ini hanya memiliki sedikit pilihan dan terkadang sulit untuk digunakan sehingga mungkin akan dihilangkan pada versi QGIS yang lebih baru (setelah 1.8). Pada latihan ini, kita akan menggunakan Label tool terpisah yang memiliki lebih banyak pilihan dan lebih mudah digunakan.

Tujuan dari pelajaran ini: Menerapkan label yang berguna dan menarik pada sebuah layer.

image Ikuti Bersama: Menggunakan label

Sebelum dapat mengaksesnya, anda perlu memastikan bahwa alat bantu Label telah diaktifkan.

  • Bukan item menu View \rightarrow Toolbars.
  • Pastikan item Label memiliki tanda centang di sebelahnya. Jika tidak, klik item :guilabel:`Label`untuk mengaktifkannya.
  • Klik layer places pada Layers list untuk menandainya.
  • Klik tombol toolbar berikut ini:

image

Ini akan membuka kotak dialog Layer labeling settings.

  • Periksa kotak di sebelah Label this layer with....

image

Anda harus menentukan kolom atribut mana yang akan digunakan untuk membuat label. Pada pelajaran sebelumnya, anda memutuskan bahwa kolom NAME adalah yang paling cocok untuk tujuan ini.

  • Klik OK.

Pada peta akan muncul label-label berikut ini:

00511.png

image Ikuti Bersama: Mengubah pilihan label

Apa yang ada saat ini sudah cukup bagis, tetapi anda dapat melihat bahwa label-label tersebut tumpang tindih dengan titik-titik yang diasosiasikan dengan mereka. Ini tidak tampak menarik. Teksnya juga sedikit terlalu besar. Mari kita perbaiki!

  • Buka Label tool sekali lagi dengan mengklik tombolnya.
  • Klik pada tombol elipsis (...) untuk mengubah properti teks:

image

Akan muncul kotak dialog standar untuk mengubah teks, mirip dengan yang terdapat pada perangkat lunak lainnya. Ubah huruf menjadi Arial ukuran 9. Label anda akan tampak seperti berikut ini:

00710.png

Dengan demikian masalah huruf sudah terpecahkan! Sekarang mari selesaikan masalah label yang tumpang tindih dengan titiknya; tetapi sebelum melakukan hal itu, mari kita lihat pilihan Buffer.

  • Buka kotak dialog Label tool.
  • Matikan buffer label dengan mengklik kotak centang di sebelah teks yang bertuliskan Buffer.
  • Klik Apply.

Perhatikan efeknya pada peta:

00810.png

Sekarang anda dapat memahami mengapa kita membutuhkan buffer label!

  • Aktifkan kembali buffer dengan mengklik kotak centang yang sama seperti sebelumnya, kemudian klik Apply.

Kembali pada masalah label yang tumpang tindih dengan titik.

  • Pada kotak dialog Label tool, buka tab Advanced.
  • Ubah nilai Label distance menjadi 2.

0099.png

  • Klik Apply.

Hasilnya tampak sebagai berikut:

0109.png

image Ikuti Bersama: Menggunakan label ketimbang simbologi layer

Dalam banyak kasus, lokasi sebuah titik tidak perlu terlalu spesifik. Sebagai contoh, jika suatu titik merujuk pada kota atau daerah sub-urban; titik spesifik yang diasosiasikan dengan fitur semacam itu tidak akan begitu spesifik pada skala yang lebih besar. Membuat titik yang terlalu spesifik justru seringkali dapat membingungkan pembaca peta.

Sebuah contoh: Pada peta dunia, titik yang menunjukkan Uni Eropa mungkin berada di suatu tempat di Polandia. Untuk seseorang yang sedang mencoba membaca peta tersebut, melihat sebuah titik dengan label Uni Eropa di Polandia mungkin akan menyesatkan karena seakan-akan menunjukkan bahwa ibu kota Uni Eropa berada di Polandia.

Untuk menghindari kesalahpahaman seperti ini, seringkali lebih bermanfaat untuk sepenuhnya mengganti simbol titik dengan label.

Anda dapat melakukan ini pada QGIS dengan mengubah posisi label sehingga di-render secara langsung di atas titik yang menjadi referensinya.

  • Buka kotak dialog Layer labeling settings pada layer places.
  • Buka tab Advanced.
  • Klik tombol over point.

image

  • Sembunyikan simbol titik dengan menyunting style layer seperti biasa dan mengatur ukuran titik menjadi 0:

image

  • Klik OK dan anda akan melihat tampilan sebagai berikut:

image

Seperti yang anda lihat, beberapa label tidak lagi terlihat untuk mencegah tumpang tindih (pada skala ini). Kadangkala inilah yang anda inginkan ketika bekerja dengan set data yang memiliki banyak titik, tetapi ini berarti anda akan kehilangan informasi yang berguna pada situasi yang berbeda. Ada cara lain untuk mengatasi masalah seperti ini, yang akan dibahas pada latihan selanjutnya dalam bagian ini.

image Coba Sendiri: Menyesuaikan label

  • Kembalikan pengaturan label dan simbol seperti sebelumnya.
  • Atur skala peta menjadi 1:20000. Anda dapat melakukan ini dengan mengetikkannya ke dalam kotak Scale pada Status Bar.
  • Modifikasi label anda agar dapat ditampilkan dengan benar pada skala ini.

image Ikuti Bersama: Memberi label pada garis

Setelah mengetahui cara kerja label, ada masalah baru yang muncul. Titik dan poligon mudah untuk diberi label, tetapi bagaimana dengan garis? Jika anda memberi label pada garis seperti halnya sebuah titik, maka hasilnya akan seperti ini:

image

Ini tidak begitu membantu! Untuk menangani garis, kita perlu menyunting beberapa pilihan.

  • Sembunyikan layer places sehingga tidak memecah perhatian anda.
  • Perbesar tampilan area kota.
  • Aktifkan label pada layer streets seperti sebelumnya. (Ingatlah untuk menggunakan Label tool pada toolbar, bukan yang berada pada Label tool!)
  • Atur Size untuk huruf menjadi 9 sehingga anda dapat melihat lebih banyak label.
  • Pada tab Advanced di kotak dialog Label tool, pilih aturan berikut ini:

image

Tergantung dari skalanya, peta akan terlihat seperti berikut ini:

image

Lebih baik dari sebelumnya, tetapi masih belum ideal. Sebagai contoh, beberapa nama muncul lebih dari satu kali; ini tidak selalu diperlukan. Untuk mencegah hal ini:

  • Aktifkan pilihan Merge connected lines to avoid duplicate labels (juga terdapat pada tab Advanced - anda mungkin harus menggeser ke bawah untuk menemukannya).

Fungsi lain yang juga bermanfaat adalah mencegah pemberian label pada fitur yang terlalu pendek untuk dapat terlihat.

  • Atur nilai Suppress labeling of features smaller than ... menjadi 5mm dan perhatikan hasilnya ketika anda mengklik Apply.

Cobalah berbagai pengaturan Placement (juga terdapat pada tab Advanced). Seperti yang telah kita lihat sebelumnya, pilihan horizontal bukan merupakan ide yang baik dalam kasus ini; oleh karena itu, mari coba menggunakan curved sebagai gantinya!

  • Pilih curved pada tab Advanced dalam kotak dialog Layer labeling settings.

Hasilnya tampak sebagai berikut:

image

Seperti yang anda lihat, pilihan ini menyembunyikan banyak label yang semula ditampilkan; ini dilakukan karena sulit untuk membuat label mengikuti garis jalan yang berliku-liku dan tetap terlihat jelas. Anda dapat memutuskan pilihan mana yang akan digunakan, ini bergantung pada apa yang anda anggap lebih berguna atau lebih menarik untuk ditampilkan.

image Ikuti Bersama: Pengaturan berdasarkan data

  • Matikan label pada layer streets.
  • Aktifkan kembali label pada layer places.
  • Buka tabel atribut untuk places.

Ada dua kolom yang menarik perhatian kita: AMENITY dan RESTAURANT. AMENITY adalah jenis lokasi yang bersangkutan. RESTAURANT diambil dari sini dan memberi tahu anda apakah sebuah fitur merupakan restoran atau bukan (1 jika ya, 0 jika tidak). Kita dapat menggunakan data ini untuk mempengaruhi style label.

  • Buka tab Data defined settings.
  • Pada daftar menurun Italic yang muncul, pilih RESTAURANT dan klik Apply.

Perhatikan pengaruhnya:

image

image Coba Sendiri: Menggunakan pengaturan berdasarkan data

Catatan: Kita sedikit melompat ke depan untuk mendemonstrasikan beberapa pengaturan label tingkat lanjut. Pada tingkat lanjut, anda diasumsikan sudah mengetahui bagaimana melakukan hal berikut ini. Jika tidak, jangan ragu untuk melewati bagian ini dan kembali lagi ketika anda telah menyelesaikan materi yang diharuskan.

  • Buka tabel atribut untuk places.
  • Masuk ke modus penyuntingan dengan mengklik tombol ini (di bagian tepi bawah tabel atribut):

image

  • Tambahkan kolom baru:

image

  • Lakukan konfigurasi sebagai berikut:

image

  • Gunakan ini untuk mengatur ukuran huruf sesuai kebutuhan pada setiap jenis fasilitas yang berbeda (misalnya setiap kunci pada kolom AMENITY).

image Kemungkinan penggunaan label lebih lanjut

Kita tidak dapat membahas semua pilihan yang ada selama pelatihan ini, tetapi perlu dipahami bahwa Label tool memiliki banyak fungsi yang berguna. Anda dapat mengatur rendering berbasis skala, mengubah prioritas rendering label pada sebuah layer, dan mengatur pilihan label berdasarkan atribut layer. Anda bahkan dapat mengatur rotasi, posisi XY, dan properti label lainnya (jika anda memiliki kolom atribut yang dialokasikan untuk tujuan tersebut); kemudian menyunting properti tersebut dengan menggunakan alat bantu yang berada sejajar dengan Label tool utama:

image

(Alat bantu ini akan aktif jika terdapat kolom atribut yang diperlukan dan anda berada dalam modus penyuntingan.)

Jangan ragu untuk menelusuri kemungkinan lain dari penggunaan sistem label.

Kesimpulan

Anda telah belajar bagaimana menggunakan atribut layer untuk membuat label dinamis. Ini dapat membuat peta anda lebih informatif dan menarik!

Apa Selanjutnya?

Setelah mengetahui bagaimana atribut dapat membuat perbedaan visual pada peta, mengapa tidak menggunakannya untuk mengubah simbologi obyek itu sendiri? Itu yang akan kita pelajari pada bagian selanjutnya.

Pelajaran: Classification

Label adalah cara yang bagus untuk mengkomunikasikan informasi seperti nama tempat tertentu, tetapi tidak bisa digunakan untuk semua hal. Sebagai contoh, katakan saja seseorang ingin mengetahui area lahan pertanian. Dengan tabel, anda akan mendapatkan hasil sebagai berikut:

image

Tentu saja ini tidak ideal, jadi kita perlu mencari solusi lain. Itulah tujuan dari pelajaran ini.

Tujuan dari pelajaran ini: Mempelajari cara mengklasifikasi data vektor secara efektif.

image Ikuti Bersama: Mengklasifikasi data nominal

  • Buka Layer Properties untuk bandung_districts.
  • Lihat tab Style.
  • Klik daftar menurun yang bertuliskan Single Symbol:

image

  • Ubah menjadi Categorized sehingga antarmuka juga berubah:

image

  • Ubah Column menjadi LANDCOVER, dan Color ramp menjadi random:

image

  • Klik tombol berlabel Classify, kemudian klik OK.

Anda akan melihat hasil seperti berikut ini:

image

  • Klik tanda panah (atau tanda tambah) di sebelah bandung_districts pada Layer list, anda akan melihat penjelasan kategori sebagai berikut:

image

Ini sangat berguna! Tetapi tampilannya masih tidak enak untuk dilihat, jadi kita perlu melakukan sesuatu untuk memperbaikinya.

  • Buka Layer Properties dan lihat tab Style sekali lagi.
  • Ubah simbolnya :

image

  • Hilangkan garis tepi seperti yang anda lakukan sebelumnya, kemudian klik OK. (Jika perlu, anda dapat melihat kembali pelajaran sebelumnya mengenai langkah ini.)
  • Klik tombol Delete all:

image

Langkah ini akan menghilangkan kelas-kelas yang tidak enak dipandang sehingga anda dapat mencoba lagi.

  • Buat pilihan baru pada Color ramp.
  • Klik Classify sekali lagi untuk memunculkan simbol-simbol yang baru.

Anda akan mendapati bahwa simbol-simbol tersebut tidak memiliki garis tepi karena anda sudah menghilangkannya.

  • Ubah warna Water bodies dengan mengklik ganda pada kotak berwarna yang mewakili simbolnya:

image

Gunakan warna pilihan anda sehingga peta yang dihasilkan tidak akan seburuk sebelumnya. Pada contoh berikut, kita akan menggunakan warna-warna tersebut dengan daerah perairan diwarnai biru:

image

Ini akan menghasilkan peta yang bagus:

image

Ada satu kategori yang kosong :

image

  • Pilih kategori yang kosong.
  • Klik tombol Delete.

Ini hanya akan menghilangkan simbol, bukan datanya, sehingga anda tidak perlu khawatir melakukan kesalahan; anda tidak menghapus apapun yang tidak dapat dikembalikan.

Ingatlah untuk menyimpan peta anda sehingga perubahan yang telah dibuat tidak hilang!

image Coba Sendiri: Klasifikasi lebih lanjut

Jika anda hanya mengikuti konten tingkat dasar, gunakan pengetahuan di atas untuk mengklasifikasi kawasan urban. Gunakan warna yang lebih gelap untuk membedakannya dari area lahan pertanian.

image Ikuti Bersama: Klasifikasi rasio

Terdapat empat jenis klasifikasi: nominal, ordinal, interval, dan rasio.

Pada klasifikasi nominal, kategori klasifikasi obyek didasarkan pada nama; tidak ada urutan tertentu. Sebagai contoh: Nama kota, kode kabupaten, dll.

Pada klasifikasi ordinal, kategori diatur berdasarkan urutan tertentu. Sebagai contoh, kota-kota besar di dunia diberikan peringkat berdasarkan tingkat kepentingannya untuk perdagangan dunia, pariwisata, kebudayaan, dll.

Pada klasifikasi interval, terdapat skala yang mencakup nilai-nilai positif, negatif, dan nol. Sebagai contoh, ketinggian di atas/di bawah permukaan laut, suhu di atas/di bawah titik beku (0 derajat Celcius), dll.

Pada klasifikasi rasio, skala yang digunakan hanya mencakup nilai-nilai positif dan nol. Sebagai contoh: Suhu di atas nol mutlak (0 derajat Kelvin), jarak dari titik a, lalu lintas rata-rata per bulan di suatu jalan, dll.

Pada contoh di atas, kita menggunakan klasifikasi nominal untuk menampilkan area tutupan lahan yang berbeda. Sekarang kita akan membuat proyek baru dan menggunakan klasifikasi rasio untuk mengklasifikasi desa berdasarkan area.

  • Simpan simbologi rural anda (jika anda ingin menyimpannya) dengan mengklik tombol Save Style ... pada kotak dialog Style.
  • Tutup kotak dialog Style.
  • Simpan dan tutup proyek yang anda buat.

Sekarang kita akan memulai latihan yang baru.

Kita ingin mengklasifikasi desa berdasarkan area, tetapi ada satu masalah: Tidak ada kolom area! Maka kita akan membuatnya.

  • Masuk ke modus penyuntingan dengan mengklik tombol ini:

image

  • Tambah kolom baru dengan tombol ini:

image

  • Lakukan pengaturan pada kotak dialog yang muncul seperti ini:

image

  • Klik OK.

Kolom baru akan ditambahkan (di ujung sebelah kanan tabel; anda mungkin harus menggeser tampilan secara horizontal untuk melihatnya). Namun, saat ini kolom tersebut masih kosong dan hanya dipenuhi oleh nilai NULL.

Untuk mengatasi masalah ini, kita perlu menghitung luas area tersebut.

  • Buka kalkulator kolom:

image

Anda akan menjumpai kotak dialog ini:

image

  • Ubah nilai-nilai di bagian atas kotak dialog agar tampak seperti ini:

image

  • Pada Function List, pilih Geometry \rightarrow $area:

image

  • Klik ganda sehingga muncul pada kolom Expression.
  • Klik OK.

Sekarang kolom AREA sudah terisi dengan nilai! Periksa dengan seksama, kemudian tutup tabel atribut.

Catatan: Luas semua area ini masih dalam satuan derajat. Nanti kita akan mengubah mereka ke dalam satuan meter persegi.

  • Buka tab Style pada kotak dialog Layer properties.
  • Ubah style klasifikasi dari Classified menjadi Graduated:

image

  • Ubah Column menjadi AREA:

image

  • Pada Color ramp, pilih New color ramp... untuk membuka kotak dialog berikut ini:

image

  • Pilih Gradient (jika belum dipilih) dan klik OK. Anda akan melihat tampilan berikut ini:

image

Anda akan menggunakan ini untuk menunjukkan luasan, dimana area yang kecil sebagai: Color 1 dan area yang luas sebagai Color 2.

  • Pilih warna yang sesuai.

Pada contoh ini, hasilnya akan tampak sebagai berikut:

image

  • Klik OK.
  • Pilih nama yang sesuai untuk pilihan warna yang baru tersebut.
  • Klik OK setelah memberikan nama.

Sekarang anda akan melihat tampilan seperti berikut ini:

image

Biarkan semuanya tanpa perubahan.

  • Klik Apply:

image

image Coba Sendiri: Menyempurnakan klasifikasi

[vectorclassification/classification:backlink-classification-refine-1]

  • Hilangkan garis-garis di antara kelas.
  • Ubah nilai-nilai pada Mode dan Classes hingga anda mendapatkan klasifikasi yang memadai.

image Ikuti Bersama: Klasifikasi berbasis aturan

Seringkali berguna untuk mengkombinasikan sejumlah kriteria dalam suatu klasifikasi, tetapi sayangnya klasifikasi normal hanya mempertimbangkan satu macam atribut. Disinilah peran dari klasifikasi berbasis aturan.

  • Buka kotak dialog Layer Properties untuk layer rural.
  • Pilih tab Style.
  • Ubah style klasifikasi menjadi Rule-based. Anda akan melihat tampilan berikut ini:

image

  • Klik tombol Add.
  • Sebuah kotak dialog baru akan muncul.
  • Klik tombol elipsis ... di sebelah area teks Filter.
  • Dengan menggunakan query builder yang muncul, masukkan kriteria AREA >= 30000000 dan pilih warna yang terang.
  • Tambahkan kriteria AREA <= 30000000 dan pilih warna yang gelap.
  • Tambahkan kriteria DESA = 'Ajakkang' dan berikan warna hitam dengan transparansi 35%.
  • Gunakan Rendering order untuk me-render layer dengan benar sehingga Ajakkang akan terlihat.

Anda akan melihat kotak dialog seperti ini:

image

  • Terapkan simbologi ini.

Peta anda akan tampak seperti berikut ini:

image

Kini anda mempunyai dua kelas area dengan desa Ajakkang yang ditandai.

Kesimpulan

Simbologi memungkinkan kita untuk mewakili atribut dari suatu layer dengan cara yang mudah dibaca dan dipahami. Dengan cara ini, pembaca peta maupun kita sendiri dapat memahami pentingnya fitur-fitur yang ditampilkan dengan menggunakan atribut-atribut relevan yang kita pilih. Tergantung dari permasalahan yang dihadapi, anda dapat menerapkan teknik klasifikasi yang berbeda untuk memecahkannya.

Apa Selanjutnya?

Sekarang kita telah memiliki peta yang bagus, tetapi bagaimana kita dapat memindahkannya dari QGIS ke dalam format yang dapat dicetak atau diubah menjadi gambar maupun PDF? Itu adalah topik dari pelajaran berikutnya!

Click here to go to Modul 5: Membuat Peta