Peserta pelatihan surveilans

Revisi per 6 Mei 2015 23.05; Nadia (bicara | kontrib)

(beda) ←Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya→ (beda)

Surveilans: Panduan Peserta

Mengenai panduan ini

Panduan ini terdiri atas ikhtisar singkat mengenai judul-judul sesi dan konsep-konsep utama dari kursus pelatihan tentang Surveilans.

Salinan dari panduan ini akan disediakan bagi setiap peserta yang menghadiri pelatihan Surveilans.

2014 Pedoman Teknis Surveilans Penyakit Hewan Menular (Technical guidelines for infectious animal disease surveillance) berperan sebagai buku referensi lengkap untuk kursus pelatihan ini, dan akan disediakan untuk seluruh peserta.

Panduan ini disusun menurut judul-judul sesi yang didasarkan pada urutan dan isi sesi pengajaran dalam suatu pelatihan tiga hari yang telah disiapkan untuk menyampaikan bahan ajar.

Sesi 1 Sambutan dan Pengantar

Struktur pelatihan

            Sesi           Judul sesi

            Sesi 1       Sambutan dan Pengantar            

            Sesi 2         Ikhtisar Surveilans

            Sesi 3         Tujuan-Tujuan Surveilans

            Sesi 4         Pengukuran Penyakit

            Sesi 5         Survei Terstruktur

            Sesi 6         Surveilans poin agregasi surveilans dan kumpulan/ternak sentinel

            Sesi 7         Surveilans laboratorium, surveilans sindromik dan pelaporan negatif

            Sesi 8         Sistem pelaporan peternak (1)  

            Sesi 9         Sistem pelaporan peternak (2)    

            Sesi 10       Sistem pelaporan peternak (meningkatkan tingkat pelaporan); Pendekatan partisipatif terhadap surveilans

            Sesi 11       iSIKHNAS dan perannya dalam surveilans           

            Sesi 12       Evaluasi, Kesimpulan dan Penutupan Kursus            

Pengantar

Kursus ini dikembangkan sebagai bagian dari Kemitraan Australia-Indonesia untuk program Penyakit Menular yang Baru Muncul untuk meningkatkan pengumpulan, pengelolaan dan penggunaan informasi kesehatan hewan guna meningkatkan kapasitas pengendalian dan pencegahan penyakit yang efisien.

Pelatihan tentang surveilans ini dikembangkan untuk pelatihan para staf yang berperan dalam pengambilan keputusan terkait kegiatan-kegiatan surveilans, termasuk pula perencanaan dan pelaksanaannya.

Dampak keseluruhan dari peningkatan dalam pengendalian dan pencegahan penyakit hewan ini adalah tingkat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat yang lebih baik.

Apa yang akan kita pelajari dalam pelatihan ini?

Selama tiga hari ke depan, kita akan membicarakan tentang:

  • pendekatan yang berbeda-beda terhadap surveilans kesehatan hewan
  • sistem pelaporan peternak, dan bagaimana hal ini dapat ditingkatkan
  • mengakses hasil-hasil iSIKHNAS untuk digunakan dalam perencanaan, pengelolaan dan analisis kegiatan-kegiatan surveilans.

Dengan mempelajari setiap bidang ini, peserta akan memperoleh keterampilan baru.

Apa yang akan dapat anda lakukan di akhir dari pelatihan ini?

Peserta diharapkan dapat memahami pendekatan yang berbeda-beda terhadap surveilans penyakit hewan dan mampu menggunakan pengetahuan ini untuk berkontribusi pada surveilans yang efektif terhadap permasalahan kesehatan hewan demi hewan ternak dan pemiliknya di Indonesia.

Sesi 2: Ikhtisar mengenai Surveilans

Konsep-Konsep Utama

Surveilansadalah pengumpulan dan analisis infomasi yang sistmatis dan berkelanjutan terkait penyakit dan pendistribusian informasi yang tepat waktu untuk tujuan pengambilan keputusan yang sesuai

Proses surveilans melibatkan beragam langkah.

Data surveilans digunakan oleh para pembuat keputusan dalam berbagai aspek di pekerjaan mereka.

Surveilans adalah LEBIH dari sekedar mengamati penyakit saja.

Informasi surveilans bukan merupakan sesuatu yang bernilai kecuali masyarakat yang memerlukan informasi tersebut diberitahukan dan mereka dapat bertindak secara sesuai.

Berikut adalah langkah-langkah dalam proses surveilans:

  1. mengetahui penyakit
  2. melaporkan temuan-temuan
  3. menyimpulkan dan menganalisis data
  4. menghasilkan hasil yang kemudian diinterpretasikan
  5. mengambil keputusan-keputusan berdasarkan data dan interpretasinya.

Kita sangat beruntung karena saat ini seluruh langkah menengah (pelaporan, penyimpulan dan analisis, persiapan hasil) dapat dikerjakan oleh iSIKHNAS.

iSIKHNAS adalah sistem informasi kesehatan hewan Indonesia yang baru. Sistem ini menggunakan teknologi sehari-hari secara sederhana namun cerdas, untuk mengumpulkan data dari lapangan dan segera menyediakannya bagi para pemangku kepentingan dalam bentuk yang siap digunakan dan bermakna.

Baca lebih lanjut tentag bagaimana informasi surveilans digunakan dalam Pedoman Teknis Surveilans Penyakit Hewan Menular, hal 5-6.

Sesi 3: Tujuan-tujuan surveilans

Video

[Tautan YouTube Sesi 3 Tujuan-Tujuan Surveilans]

Konsep-Konsep Utama

Tujuan-tujuan surveilans dapat dikelompokkan ke dalam dua kategori: surveilans pada penyakit-penyakit yang memang sudah ada dan surveilans pada penyakit-penyakit yang tidak ada.

Setiap kegiatan surveilans harus memiliki suatu tujuan yang spesifik Tidak ada negara yang mampu melakukan surveilans tanpa adanya tujuan, atau hanya berdasarkan keinginan melakukannya saja.

Ada banyak alasan dilakukannya surveilans, tetapi mereka dapat dikelompokkan ke dalam dua kategori utama, masing-masing memiliki dua sub-kategori, seperti yang ditunjukkan dalam diagram di atas.

Melakukan surveilans terhadap penyakit-penyakit yang memang sudah ada mudah untuk dimengerti. Memahami seberapa banyak penyakit yang kita miliki, dan dimana saja, merupakan sesuatu yang penting. Para pengambil keputusan harus memutuskan berapa anggaran yang dibutuhkan untuk kegiatan-ekgiatan pengendalian penyakit, dan dimana anggaran tersebut akan digunakan. Menemukan setiap kasus dari sebuah penyakit tertentu menjadi sesuatu yang sangat penting di akhir dari program pemberantasan yang dicanangkan, atau dimana keberadaan penyakit tersebut adalah sangat penting untuk alasan-alasan kesehatan masyarakat (seperti rabies).

Melakukan surveilans terhadap penyakit-penyakit yang tidak kita miliki terkadang terlihat tidak terlalu penting, namun kita perlu melakukannya guna mengkonfirmasi bahwa penyakit tersebut memang tidak ada, atau untuk menemukannya lebih dini jika penyakit tersebut sampai masuk.Sekali lagi, pengetahuan ini sangatlah penting bagi para pengambil keputusan, yang perlu mengetahui apabila mereka dapat menghentikan program-program pengendalian berbiaya besar yang tidak lagi dibutuhkan. Kadang-kadang, dengan menunjukan tidak adanya penyakit dapat membuka kesempatan baru dalam bidang perdagangan.

Sesi 4: Pengukuran penyakit

Video

[Tautan internet]

Konsep-Konsep Utama

Definisi kasus

Template:Suatu'''''Definisi suatu kasus''''' adalah seperangkat kriteria standar untuk memutuskan apakah hewan memiliki penyakit tertentu atau ada aspek menarik lain.

Tanda dan sindrom

Tanda: hal-hal yang dapat diukur atau diamati tentang kesehatan hewan yang bersangkutan

Sindrom: kumpulan tanda

Pengukuran penyakit

Prevalensi: "potret" jumlah penyakit yang ada pada sebuah populasi di satu titik tertentu pada suatu waktu tertentu.

Insiden: kasus-kasus baru dari suatu penyakit yang terjadi di sebuah populasi di dalam satu periode waktu tertentu (ada beberapa jenis pengukuran).

Ketika kita mengukur suatu penyakit, kita harus memastikan bahwa semua orang membicarakan hal yang sama. Inilah mengapa kita menggunakan istilah definisi kasus, karena hal ini memberikan kita sebuah standar kriteria untuk memutuskan apa yang disebut kasus dan apa yang tidak Kriteria untuk sebuah definisi kasus dapat berdasarkan satu atau lebih tanda-tanda klinis, atau informasi lain mengenai situasi yang bersangkutan (data epidemiologis), atau data laboratorium, atau kombinasi dari hal-hal tersebut.

Prevalensi adalah pengukuran terhadap seberapa besar penyakit ada di dalam sebuah populasi pada suatu waktu tertentu. Pengukuran ini menggunakan jumlah kasus (yang ditentukan menggunakan definisi kasus yang sesuai) DAN "populasi berisiko", yang adalah jumlah hewan (atau kumpulan, atau kawanan, atau desa, atau yang digunakan oleh definisi kasus) yang bisa menjadi kasus.

Insiden memberitahukan kepada kita tentang seberapa cepat penyakit beredar di dalam suatu populasi. Disini kita menghitung jumlah kasus baru yang terjadi dalam satu waktu tertentu. Jika kita tidak menyertakan informasi tentang populasi berisiki, maka pengukuran kita adalah hanya tentang insiden. Jika kita menyertakan populasi berisiko di awal dari periode waktu, maka hal ini adalah insiden kumulatif. Jika kita memiliki lebih banyak informasi tentang seberapa kali tepatnya setiap anggota populasi berada dalam risiko selama periode waktu tersebut kemudian kita dapat menghitung tingkat insiden.

Sesi 5 Survei terstruktur

Konsep-Konsep Utama

Survei terstruktur merupakan cara mengumpulkan informasi tentang individu. Suatu sampel dari populasi dipelajari.

Sebuah survei representatif adalah survei dimana setiap elemen dalam populasi memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi sampel. Survei representatif sangatlah baik digunakan dalam memperkirakan prevalensi penyakit.

Sebuah survei berbasis risiko adalah dimana unsur-unsur tertentu dari populasi memiliki kemungkinan lebih besar untuk dijadikan sampel dibandingkan dengan unsur lainnya. Hal ini berguna saat anda ingin menunjukan bukti tidak adanya penyakit. Sumber-sumber daya dialokasikan untuk mencari dengan teliti penyakit-penyakit di tempat dimana ia mungkin muncul.

Sebuah survei adalah sebuah alat pengumpulan data digunakan mengumpulkan informasi tentang individu. Terdapat banyak sekali tipe-tipe survei. Survei mengumpulkan informasi dari sebuah subyek atau sampel dari suatu populasi.

Sebuah survei representatif diatur sedemikian rupa agar setiap unsur dari populasi memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih dan di survei. Tipe-tipe survei ini hendaknya direncanakan dengan hati-hati, guna memastikan bahwa demikian adalah kasusnya. Survei terstruktur representatif utamanya adalah baik digunakan untuk memberikan perkiraan yang tidak bias atas prevalensi (seberapa besar keberadaan penyakit).

Terkadang anda tidak ingin setiap unsur dari populasi untuk memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih. Kadang anda ingin menemukan penyakit, bila memang ada. Survei seperti ini disebut dengan "berbasis risiko", karena tempat atau individu berisiko tinggi lebih mungkin diambil sampelnya daripada yang berisiko rendah. Tipe survei seperti ini tidak dapat memberikan perkiraan yang tidak bias atas prevalensi. Tipe ini dapat memberikan bukti yang baik mengenai bebas penyakit. Perencanaan dan analisis survei yang berbasis risiko membutuhkan sumbang saran dari ahli.

Melakukan survei lebih murah dibandingkan dengan melalukan sebuah sensus, dimana setiap anggota populasi dipelajari. Karena anda memegang kendali atas rancangan survei, anda mengendalikan kualitas data. Survei dapat diulang untuk melihat bagaimana situasinya berubah seiring dengan waktu

Sesi 6: surveilans poin nilai agregasi dan ternak sentinel

Konsep-Konsep Utama

Surveilans poin agregasi

Ini merupakan surveilans yang dilakukan di tempat-tempat dimana hewan-hewan dibawa dan dikumpulkan untuk alasan yang lain, seperti rumah potong hewan atau pasar. Banyak hewan yang dapat diambil sampelnya. Namun, anda tidak memiliki kontrol atas jumlah, tipe, atau asal dari hewan untuk diambil sampel, dan hewan-hewannya mungkin saja tidak representatif terhadap populasi.

Surveilans sentinel

Surveilans kawanan sentinel melibatkan pengujian berulang dari hewan-hewan yang rentan yang berlokasi di area dengan kepentingan tinggi. Tipe surveilans ini hanya cocok untuk penyakit-penyakit tertentu (contohnya penyakit-penyakit yang berasal dari perantara/vector)dan cenderung menjadi sangat mahal.

Surveilans poin agregasi dilakukan di tempat-tempat dimana hewan dibawa dan dikumpulkan, seperti rumah potong, pasar ternak atau fasilitas pencelupan. Hewan-hewan yang dikirim ke poin agregasi cenderung lebih sehat dibandingkan dengan populasi umum, sehingga hasilnya mungkin akan menunjukan "bias hewan sehat". Jika penyakit ditemukan di hewan yang dijadikan sampel, akan sulit menelusuri untuk menemukan darimana hewan tersebut berasal. Surveilans poin agregasi dapat memberikan estimasi prevalensi penyakit tertentu (dengan mengenali kemungkinan adanya bias). Hal ini dapat menjadi suatu cara untuk memonitor perkembangan dari program pengendalian penyakit. Surveilans poin agregasi dapat membantu pula dalam memberikan keyakinan mengenai bebas dari penyakit tertentu.

Surveilans ternak sentinel melibatkan pengujian yang dilakukan berulang terhadap sekelompok hewan yang rentan yang berlokasi secara strategis di area yang berisiko tinggi atau area yang penting. Surveilans ternak sentinel cenderung lebih mahal dan tidak terlalu disukai oleh para peternak, karena pengambilan sampel yang dilakukan membuat mereka merasa tidak nyaman, dan mereka harus tetap memelihara hewan yang sama untuk periode waktu yang lama. Namun, survei ini dapat memberikan informasi yang sangat baik mengenai keberadaan atau ketidakberadaan atau penyebaran penyakit tertentu di area dimana kawanan ternak berada.

Sesi 7: Surveilans laboratorium, surveilans sindromis, dan pelaporan negatif

Konsep-Konsep Utama

Laboratorium melakukan lebih dari sekedar memproses sampel yang dikumpulkan sebagai bagin dari kegiatan surveilans. Mereka pun merupakan sumber data surveilans pasif.

Surveilans sindromik adalah analisis dari data mengenai tanda-tanda atau sindrom yang dilaporkan, mencari pola-pola di luar kebiasaan.

Tidak adanya laporan-laporan penyakit prioritas bisa berarti tidak adanya penyakit, namun hal ini bisa juga berarti memang tidak ada yang mencari. Penyerahan laporan negatif confirms the absence of priority disease in the reporter's area.

Surveilans sindromik dan pelaporan negatif sangat berguna terutama untuk penyakit-penyakit prioritas.

iSIKHNAS membuat pengumpulan dan analisis data surveilans pasif menjadi sangat mudah.

Data surveilans pasif datang dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan dengan tujuan untuk hal lain selain dari surveilans. Surveilans aktif terdiri dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk tujuan memperoleh data surveilans. Data surveilans dapat menjadi sesuatu yang sangat berguna dan biasanya lebih murah bila dibandingkan dengan biaya surveilans aktif. Dara yang diserahkan oleh laboratorium yang berasal dari investigasi penyakit adalah data surveilans pasif. Analisis informasi tersebut bersama dengan laporan dari laboratorium serta hasil-hasil investigasi dapat membentuk suatu bagian penting dari sistem surveilans kesehatan hewan di sebuah negara. Jika informasi tentang tanda-tanda atau sindrom yang mempengaruhi hewan dikumpulkan, analisis untuk tren dan pola dapat dilakukan, dan inilah yang disebut dengan surveilans sindromik. Surveilans sindromik ini sangat berguna untuk peringatan dini serangan mendadak penyakit yang penting yang kita tidak miliki dan juga bagus untuk memberikan bukti tidak adanya penyakit yang penting.

Namun, tidak adanya laporan dari tanda-tanda atau sindrom konsisten dengan penyakit prioritas bisa juga berarti bahwa tidak ada yang sedang mencari penyakit (tidak ada surveilans!). Namun demikian, penyerahan laporan negatif memastikan bahwa sistem surveilans berjalan dan bahwa penyakit-penyakit prioritas tidak diamati.

Sesi 8: Sistem pelaporan peternak (1)

Konsep-Konsep Utama

Sistem pelaporan peternak adalah sebuah pendekatan surveilans pasif yang mengandalkan peternak melakukan pengamatan terhadap hewan yang sakit dan mencari bantuan dari para paramedik veteriner atau dokter hewan.

Sistem ini mempunyai cakupan yang komprehensif terhadap populasi.

Baik digunakan untuk mendeteksi penyakit, memberikan bukti-bukti tidak adanya penyakit dan menemukan kasus penyakit dengan tanda-tanda klinik yang jelas.

Langkah-langkah dasar dalam sistem pelaporan peternak adalah:

  • hewan jatuh sakit
  • peternak menyadari adanya hewan yang sakit
  • peternak memutuskan untuk mencari bantuan
  • peternak menghubungi paramedik veteriner atau dokter hewan
  • paramedik veteriner atau dokter hewan memeriksa hewan (investigasi penyakit)
  • sampel dikumpulkan dan diserahkan (kadang-kadang)
  • informasi mengenai kasus dicatat

Informasi surveilans tidak bernilai kecuali bila orang-orang yang membutuhkan informasi tersebut diberitahu dan dapat bertindak berdasarkan hal tersebut, oleh karena itu langkah terakhir ini sangatlah penting. Untungnya, iSIKHNAS berarti bahwa informasi dapat tercatat secara cepat dan mudah dan siap tersedia bagi mereka yang membutuhkan informasi.

Sistem pelaporan peternak bersifat berkelanjutan dan terus-menerus. Sistem ini memiliki cakupan populasi yang sangat baik dan karena ia merupakan suatu sistem surveilans pasif, sedikit sekali biaya yang terkait dengan penghasilan data surveilans. Sistem ini adalah salah satu cara terbaik untuk mengetahui tentang penyakit baru atau yang baru muncul dan ia dapat memberikan bukti-bukti yang baik untuk pembebasan dari penyakit. Sistem ini juga baik untuk menemukan kasus-kasus penyakit. Namun, tidak terlalu berguna dalam menentukan prevalensi penyakit, meskipun dapat memberikan gambaran dalam tingkat-tingkat perubahan penyakit di dalam satu area.

Sesi 9: Sistem pelaporan peternak (2)

Konsep-Konsep Utama

Terdapat beberapa langkah dari mulai hewan jatuh sakit sampai penyerahan laporan-laporan penyakit.

Dengan mempertimbangkan langkah-langkah ini dapat membantu kita menentukan hal-hal apa saja yang mempengaruhi pelaporan peternak.

iSIKHNAS menangani data surveilans pasif dari sistem pelaporan peternak dengan sangat baik.

Tidak semua peternak akan memperhatikan dan melaporkan adanya penyakit. Inilah mengapa sistem pelaporan peternak tidak dapat memberikan estimasi yang dapat diandalkan sepenuhnya mengenai prevalensi penyakit. Jumlah pelaporan penyakit yang rendah bisa berarti bahwa tidak terdapat banyak penyakit di area itu, atau bisa juga berarti bahwa ada seorang dokter hewan atau paramedik veteriner yang baru bekerja di daerah tersebut dan para peternak belum mempercayainya.

Sistem pelaporan peternak tidak terlalu bagus digunakan dalam mendeteksi penyakit jika peternak ragu-ragu atau tidak mampu melaporkan penyakit kepada veteriner yang berwenang. Sebuah bagian penting dari lokakarya ini adalah pekerjaan yang akan dilakukan oleh kelompok anda dalam memikirkan tentang faktor-faktor yang mungkin mempengaruhi peternak dalam pelaporannya. Berikut adalah beberapa alasan pentingnya mencoba meningkatkan tingkat pelaporan peternak:

  • Indonesia sangatlah beruntung karena iSIKHNAS menangkap informasi tentang seluruh laporan penyakit dari peternak, tidak hanya laporan-laporan yang berujung dalam pemeriksaan laboratorium.
  • Informasi dari pemeriksaan lapangan dan laboratorium saling terhubung, sehingga diagnosa dapat dengan mudah dikonfirmasi atau diperbarui.
  • Pelaporan terstandarisasi. Semua orang mengirimkan ke iSIKHNAS mencatat data dengan cara yang sama, sehingga data dapat dibandingkan dari seluruh negeri.
  • Kesimpulan dan analisis bersifat instan. Data tersedia langsung bagi mereka yang membutuhkan, dalam sebuah formulir yang dapat mereka gunakan.

Meingkatkan tingkat pelaporan peternak akan membantu memberikan lebih banyak data untuk dikerjakan oleh iSIKHNAS.

Sesi 10: Sistem pelaporan peternak (tingkat pelaporan yang meningkat); Pendekatan-pendekatan partisipatif terhadap surveilans

Konsep-Konsep Utama

Pendekatan-pendekatan partisipatif terhadap surveilans adalah metode yang baik digunakan untuk mendeteksi kasus-kasus penyakit atau berkontribusi terhadap situasi bebas penyakit.

Pelatihan yang ekstensif dan berkelanjutan diperlukan bagi para praktisi dan hal ini bisa jadi memerlukan biaya yang besar.

Mengelola dan memanfaatkan informasi surveilans bisa merupakan sesuatu yang sulit.

Prinsip-prinsip pendekatan partisipatif:

  • peternak memiliki pengetahuan teknis yang berharga
  • pendatan ("ahli teknis") tidak mengenali situasi setempat
  • fleksibilitas dalam melakukan pendekatan adalah penting - harus menyesuaikan dengan situasi dan keadaan yang ada
  • konteks sosial dari suatu penyakit adalah penting
  • informasi dikumpulkan melalui beragam cara, kemudian di periksa silang.

Pendekatan partisipatif menggunakan metode-metode partisipatif, yaitu serangkaian ("kotak perangkat") keterampilan komunikasi dan strategi-strategi yang unggul, yang termasuk:

  • wawancara semi terstruktur
  • Diskusi-diskusi kelompok terfokus
  • kegiatan-kegiatan pemeringkatan dan penilaian
  • teknik-teknik visualisasi.

Pendekatan-pendekatan terhadap surveilans penyakit melibatkan penggunaan metode partisipatif dalam kegiatan-kegiatan surveilans penyakit.

Sesi 11 iSIKHNAS dan perannya dalam surveilans

Konsep-Konsep Utama

iSIKHNAS adalah sistem informasi yang bersifat real-time untuk mengumpulkan, mengelola, melaporkan dan memanfaatkan data guna mendukung kesehatan dan produksi hewan.

iSIKHNAS memperoleh informasi yang tepat, di saat yang tepat, kepada orang-orang yang tepat, dengan format yang tepat pula yang memungkinkan pengambilan keputusan yang berbasis bukti.

iSIKHNAS adalah milik pemerintah Indonesia.

Wiki (dokumentasi) - www.isikhnas.com/wiki

Akses data daring - www.isikhnas.com

Ada banyak cara untuk memperoleh dan mengirim data dari dan ke iSIKHNAS, termasuk: SMS, pesan instan, laman tautan, surat elektronik.

Ada akses langsung terhadap data untuk seluruh pengguna terdaftar (kecuali para peternak yang hanya dapat mengakses data mereka, demi privasi).

Laporan-laporan tentang hasil yang terotomatisasi dapat dibentuk sesuai dengan berbagai kebutuhan. Pengguna memperoleh data yang mereka butuhkan, saat mereka membutuhkannya.

Fokus dari sesi ini adalah mengeksplorasi iSIKHNAS, sehingga anda dapat menemukan informasi yang anda butuhkan. Dan jika anda membutuhkan laporan yang saat ini tidak tersedia, kami akan mengirimkan permintaan agar laporan tersebut dibuat untuk anda.

Sesi 12 Evaluasi kursus, kesimpulan, dan penutupan