Glossary of Terms

Revision as of 16:18, 15 July 2014 by Catriona (talk | contribs)
(diff) ← Older revision | Latest revision (diff) | Newer revision → (diff)

Glossarium

Surveillance

Istilah Definisi
acak terjadi secara kebetulan
akurasi tingkat pengukuran atau estimasi yang idasarkan pada pengukuran. Merupakan nilai yang benar dari suatu dugaan.
antemortem pemeriksaan ternak hidup untuk mengetahui kondisi kesehatan
bias hasil dugaan yang menyimpang secara istematik dari nilai sebenarnya.
data fakta-fakta dari suatu pengamatan
database (basis data) kumpulan informasi mengenai sesuatu, misalnya mengenai penyakit ternak. Biasanya dalam bentuk elektronik.
deteksi dini usaha menemukan dan menentukan keberadaan, anggapan, atau kenyataan seawal mungkin
distribusi spasial persebaran berdasarkan wilayah geografi tertentu
distribusi temporal persebaran berdasarkan waktu terjadinya kasus
endemic suatu penyakit menular yang selalu ada dalam suatu wilayah geografik atau kelompok populasi
epidemic kasus penyakit yang secara nyata terjadi melampaui keadaan yang normal yang terjadi dalam suatu populasi atau wilayah
epidemiologi suatu studi yang mempelajari distribusi dan faktor-faktor penentu keadaan atau kejadian yang berhubungan dengan kesehatan dalam suatu populasi.
evaluasi upaya penilaian terhadap suatu kegiatan untuk mengetahui keberhasilannya atau capaiannya
frekuensi jumlah kejadian dari suatu peristiwa dalam populasi pada periode waktu tertentu
galat hasil yang salah dari suatu studi surveilans, terutama pada “survei acak”. Galat biasanya dianggap berupa:

- galat acak: yang terjadi saat ada variasi dalam pengukuran yang independen dari variabel atau pengukuran lainnya, sehingga biasanya dianggap terjadi akibat “kebetulan”; atau

- galat sistematik: yang sering memiliki suatu sumber yang dapat diidentifikasi; misalnya karena adanya instrumen pengukuran yang cacat, atau ada suatu pola kesalahan. Galat ini sering disebut juga sebagai “bias”

insidensi jumlah kasus baru suatu penyakit atau kondisi lainnya yang terjadi di dalam suatu populasi tertentu selama periode tertentu. Dibedakan menjadi dua, yaitu insidensi ku mulatif dan tingkat insidensi (incidence rate)
investigasi penyelidikan dengan mencatat atau merekam fakta, me lakukan peninjauan, percobaan, dan sebagainya, dengan tujuan memperoleh jawaban atas suatu masalah
kerangka sampel daftar seluruh anggota populasi yang diteliti
kompartemen satu perusahaan atau lebih yang memiliki sistem manajemen biosecuritybersama dan terdiri atas suatu sub-populasi hewan dengan status kesehatan yang berbeda dengan sub-populasi yang lainnya terhadap penyakit tertentu, di mana terdapat pengawasan, kontrol, dan penerapan biosecurityuntuk tujuan perdagangan internasional
negatif palsu hasil uji menunjukkan hasil negatif, tetapi sesungguhnya agen penyakit ada dalam individu yang diuji
parameter penyakit pengukuran tingkat penyakit dengan menggunakan ukuran-ukuran numerik. Berbagai parameter ini dihitung antara lain dengan menggunakan populasi yang berisiko, insidensi atau kehadiran penyakit, serta jumlah kasus baru seiring waktu. Parameter penyakit yang biasanya digunakan adalah prevalensi, tingkat insidensi, insidensi kumulatif, tingkat serangan, tingkat kematian, dan tingkat kefatalan
penarikan sampel acak metode penarikan sampel di mana setiap anggota populasi memiliki kesempatan yang sama untuk terpilih sebagai sampel
pengkodean proses mengubah huruf, kata, atau kalimat menjadi angka
penyakit yang baru muncul penyakit yang sebelumnya tidak diketahui atau yang selama beberapa waktu tidak ada di suatu wilayah (kadangkadang disebut juga sebagai “penyakit yang muncul kembali”)
populasi studi hewan/kawanan/flockyang sesungguhnya dinilai/diuji. Umumnya, populasi ini dipilih secara acak dari populasi sasaran yang telah didefinisikan
populasi target populasi yang ingin ditelaah, yaitu populasi yang akan dinilai. Populasi tersebut bisa jadi tidak menyertakan sebagian dari populasi keseluruhan, misalnya hewan muda, hewan jantan, atau kawanan atau flockukuran tertentu. Pengecualian mungkin juga dilakukan berdasarkan wilayah geografis atau sistem produksi (misalnya hewan perah)
populasi total semua anggota populasi, dengan kata lain semua sapi, semua unggas, semua kawanan, semua flock
positif palsu hasil uji menunjukkan hasil positif, tetapi sesungguhnya agen penyakit tidak ada di dalam individu yang diuji
post-mortem pemeriksaan bagian ternak setelah ternak mati
prevalensi desain prevalensi dugaan atau kisaran prevalensi yang dimaksudkan untuk dideteksi oleh studi yang dirancang tersebut. Prevalensi desain menentukan ukuran sampel yang dibutuhkan saat dilakukan perencanaan survei representatif – baik untuk meyakinkan adanya kondisi bebas penyakit (apabila prevalensi lebih rendah daripada suatu nilai yang ditentukan), dan untuk memperkirakan tingkat penyakit (prevalensi penyakit)
presisi berkenaan dengan kemampuan pendugaan, uji, atau alat pengukuran untuk memberikan hasil yang tetap jika pelaksanaannya diulang-ulang
prevalensi proporsi kasus penyakit atau kondisi lain dalam populasi tanpa perbedaaan antara kasus lama dan kasus baru

Prevalensi =

Jumlah kasus pada titik waktu tertentu
_________________________________________
Jumlah individu yang berisiko pada titik waktu tertentu
sampel sampel diagnostik yang dikumpulkan dari populasi studi untuk diuji sesuai dengan protokol surveilans
sensitivitas proporsi hasil uji yang menunjukkan positif pada kelompok individu yang sakit (terinfeksi oleh agen penyakit)
sensus Suatu hitungan atau studi yang mencakup keseluruhan populasi hewan atau unit studi di wilayah tersebut. Misalnya, suatu studi terhadap semua anjing di Bali; semua peternakan sapi perah di Jawa Timur
sentinel sekelompok individu yang mewakili populasi dan diuji terhadap penyakit menular tertentu pada selang waktu yang teratur untuk menentukan ada atau tidaknya suatu penyakit dan tingkat penyebaran penyakit yang terjadi dalam populasi
spesifisitas proporsi hasil uji yang menunjukkan negatif pada kelompok individu yang sehat (tidak terinfeksi oleh agen penyakit)
survei pengumpulan informasi lapangan secara sistematik
surveilans penyelidikan yang dilakukan dalam populasi atau subpopulasi tertentu untuk mendeteksi keberadaan agen patogen atau penyakit. Frekuensi dan jenis surveilans ditentukan berdasarkan epidemiologi agen patogen atau penyakit, dan keluaran yang diinginkan
unit epidemiologi sekumpulan hewan yang memiliki peluang yang sama untuk terpapar oleh agen pathogen
zona bagian dari suatu negara yang mengandung subpopulasi hewan dengan status kesehatan yang berbeda dengan subpopulasi lainnya terhadap penyakit tertentu sehingga dibutuhkan pengawasan, kontrol, dan penerapan biosecurityuntuk tujuan perdagangan internasional