Membangun suasana belajar yang baik

This page is a translated version of the page Building a good learning atmosphere and the translation is 100% complete.

Other languages:
English • ‎Bahasa Indonesia

10. Membangun suasana belajar yang baik

Buat dan atur sebuah rencana

  • Gunakan kerangka pelatihan sebagai panduan untuk mengelola waktu dan mengarahkan
  • Sampaikan kepada peserta tentang rencana tersebut dan gunakan sebagai acuan
  • Ajak kelompok untuk menetapkan aturan selama berpartisipasi dalam pelatihan. Aturan tersebut dapat meliputi;
    • Larangan penggunaan ponsel
    • Bergantian saat berbicara
    • Pencatatan waktu
    • Waktu mulai dan selesai
    • Setiap orang harus berpartisipasi dan tidak boleh mendominasi
    • Menghargai setiap ide
    • dll
  • Antisipasi kesulitan, tantangan dan rintangan yang dapat mengganggu proses pembelajaran dan siapkan solusi atau strategi guna menghindarinya.

Persiapkan secara seksama

  • Pahami keseluruhan materi dan tujuan pembelajaran dari masing-masing bagian.
  • Gunakan pengetahuan dan pengalaman anda agar materi lebih pas dan sesuai. Mulai ‘miliki’ materi tersebut.
  • Tuliskan pertanyaan yang ingin anda ajukan, alur diskusi dan apa yang akan anda lakukan untuk menjelaskan konsep-konsep yang penting dan rumit.
  • Pikirkan tahapan untuk setiap bagian pelatihan. Bayangkan prosesnya, bayangkan peserta. Pikirkan tentang apa yang akan mereka butuhkan dari anda agar dapat mengikuti materi, merampungkan kegiatan dan memahami isi materi secara maksimal.
  • Persiapkan setiap langkah dengan mempertimbangkan waktu, apa yang akan anda sampaikan, bagaimana anda akan memulai sesi, bantuan apa yang anda butuhkan, informasi tambahan apa yang akan dibutuhkan oleh peserta agar dapat menuntaskan sebuah isu.

ciptakan sebuah lingkungan belajar yang positif

Seorang fasilitator pelatihan membangun suasana belajar yang baik dengan;

  • melakukan persiapan secara seksama.
  • sabar mendengarkan peserta.
  • memperhatikan setiap detil.
  • mengajukan pertanyaan yang tepat. Sesuatu yang kritis dan dapat mendorong dialog nyata.
  • mengatur kegiatan atau diskusi yang dapat membantu proses pembelajaran
  • Menyadari bahwa peserta tidak harus selalu diberitahu
  • Menyadari bahwa semua orang yang berada di ruangan tersebut memiliki pengetahuan dan pengalaman yang dapat memperkaya dan membantu kelompok
  • mengajukan pertanyaan yang tepat untuk
    • membantu peserta memulai proses berpikirnya sendiri
    • mencari tahu apa yang telah mereka ketahui
  • Hindari memberikan kepada peserta sesuatu yang sebenarnya dapat digali dengan mengajukan pertanyaan yang tepat. Peserta akan mencari ide untuk mereka gunakan. Jangan menyuapi. Tunjukkan, jangan memberitahu.

Pelatihan yang baik dapat memiliki beberapa atau seluruh atribut berikut:

  • Partisipatif
  • Interaktif
  • Fasilitatif
  • Fleksibel
  • Menggambarkan pengetahuan dan wawasan yang dimiliki
  • Aktif
  • Bervariasi
  • Aksi/gerakan fisik
  • Melibatkan panca indera
  • Pengulangan dan penegasan
  • Menyenangkan atau setidaknya dapat dinikmati
  • Praktek dan menggunakan keterampilan

Memahami tentang perbedaan gaya belajar dan menggunakan pendekatan mengajar yang sesuai untuk peserta yang beragam merupakan salah satu cara untuk memaksimalkan proses pembelajaran. Selain itu, instruktur perlu memahami tentang cara terbaik orang dewasa belajar dan bagaimana menciptakan sebuah lingkungan belajar yang positif.

Ada tiga faktor yang diperlukan untuk menciptakan sebuah lingkungan belajar yang positif:

  • Faktor fisik
  • Faktor emosional
  • Faktor intelektual

Faktor fisik

Orang dewasa harus merasa nyaman secara fisik untuk dapat fokus belajar.

Faktor-faktor berikut dapat membantu penciptaan lingkungan belajar yang nyaman secara fisik:

  • Ruangan tidak terlampau panas atau dingin.
  • Ruangan ditata sedemikian rupa agar peserta dapat melihat dan mendengar instruktur.
  • Pencahayaan dan amplifikasi cukup untuk mereka yang memiliki masalah penglihatan dan pendengaran.
  • Beri kelonggaran jika merasa lelah: sesering mungkin berikan kegiatan agar peserta tidak duduk terlalu lama; anda pun dapat beristirahat secara teratur.
  • Pelatih peka terhadap waktu, suasana kelas dan motivasi dalam kelompok.

Seorang instruktur dapat menjawab kebutuhan fisik dengan:

  • menanyakan kepada peserta apakah mereka merasa nyaman
  • mengamati bahasa tubuh peserta
  • bersikap responsif dalam hal waktu, kebutuhan untuk beristirahat
  • mengamati ruang kelas dari sudut pandang peserta (yakni, berdiri dan melihat dari arah belakang kelas)
  • mengurangi gangguan

Faktor emosional

Orang dewasa juga harus merasa nyaman secara emosional.

Orang dewasa memiliki kebutuhan emosional tertentu:

  • Diperlakukan layaknya orang dewasa (Mereka ingin sejajar dengan instruktur)
  • Mengarahkan proses belajar mereka sendiri bila memungkinkan (Orang dewasa dapat memotivasi dirinya sendiri. Mereka mengikuti pelatihan atas keinginan sendiri, bukan karena disuruh)
  • Mengetahui bahwa mereka melakukannya dengan benar (atau paling tidak bahwa mereka telah berusaha keras)
  • Merasa diterima seperti apa adanya mereka (Mereka datang dengan beragam bentuk dan gaya)
  • Mengetahui alasan dilaksanakannya pelatihan (Mereka ingin tahu bagaimana pelatihan membawa perubahan bagi diri mereka)

Seorang instruktur dapat merespon kebutuhan emosional dengan:

  • Menjadi sumber pembelajaran, seorang pelatih
  • Menjelaskan manfaat pelatihan (apa yang ada untuk saya), kemudian membiarkan peserta mengeksplorasi sebanyak mungkin (untuk menemukan manfaat bagi mereka sendiri)
  • Menghormati mereka (tidak merendahkan)
  • Mengajar sesuai dengan level mereka (tidak diatas maupun dibawah)
  • Tidak mempermalukan mereka
  • Menyediakan bantuan yang bermakna dan kesempatan untuk memperoleh umpan balik dari sesama peserta (Ini juga merupakan bantuan yang sangat berarti.)
  • Membuat pembelajaran yang tidak mengancam (Hal ini sejalan dengan pengajaran yang sesuai dengan level mereka.)
  • Membuat pembelajaran yang realistis dan fokus pada masalah; gunakan skenario yang familiar dan yang mungkin mereka alami

Faktor Intelektual

Sebagai tambahan, selain memerlukan kenyamanan fisik dan emosional, orang dewasa memiliki kebutuhan intelektual:

  • Mereka telah menjalani kehidupan dan mereka ingin berbagi pengalaman.
  • Mereka ingin menghubungkan informasi yang baru dengan sesuatu yang telah mereka ketahui.
  • Mereka ingin menjadi peserta aktif dalam proses pembelajaran.
  • Mereka ingin melihat relevansi dari apa yang mereka pelajari.
  • Mereka ingin mempelajari hal-hal dengan cara yang mereka sukai (dengan cara mendengarkan, melihat atau melakukan).

Seorang fasilitator yang baik dapat menanggapi kebutuhan intelektual dengan:

  • Menggunakan pengalaman hidup peserta untuk memperkenalkan konsep baru melalui pertanyaan dan diskusi
  • Menjembatani antara informasi lama dan informasi terbaru dengan analogi, contoh-contoh dan alat bantu.
  • Membuat pembelajaran yang aktif termasuk praktik langsung, bukan hanya presentasi dan slides.
  • Menggunakan berbagai metode selama pelatihan untuk mencapai semua gaya pembelajaran (misalnya presentasi, diskusi, bermain peran, demonstrasi, kegiatan, permainan).